Kamis, 24 Februari 2011

TIPS PENGGUNAAN UFS

Yang akan kita bahas di sini adalah mengenai ERASE – dan BACKUP.
Untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu yang “luar biasa”, sebaiknya budayakan selalu backup IMEI.
- Backup IMEI:
Di sini kita bahas yang general saja, yaitu generasi DCT4 yang memiliki IMEI Field di pm area [208], sebagai contoh; semua DCT4-WD2: 7650, 36xx, 3230, 3100 / 3200 dll.
1100, 2300, 2600, dsb. tidak termasuk dalam kategori ini. Kita bisa mengenalinya dengan gampang soal kategori tersebut.
Caranya:
Read PM dengan alamat start / end di isi saja 208.
Bila area tersebut di nyatakan kosong, well, UFS tidak bisa melakukan backup IMEI.
Sekarang untuk melakukan backup, cukup klik: “Rd UEM”, setelah ponsel terbaca, kita CANCEL saja.
(Bila anda akan membuat file *.ask, bisa di ok..ok..ok… )
Contoh: 3100 – RH-19
Maka keterangan di UFS akan seperti ini
Code:
IMEI/ESN Backup Data1 Saved as
\Products\Rh-19\Rh-19_352937001838975_Back.rpl
Backup Valid Only if PM Data [208,0] is Original
Bad IMEI Number: 352937001838975
UEM Reading Aborted”Bad IMEI Number” karena kita membatalkan proses pembuatan *.ask
Sesuai keterangan di atas, IMEI tersimpan di C:\Program Files\Nokia\Phoenix\Products\RH-19 sebagai Rh-19_352937001838975_Back.rpl. Bila di kemudian waktu anda mendapati ponsel ini
dengan IMEI ??????????? maka tinggal masukkan kembali dengan cara “Write UEM”.
contoh:
Code:
IMEI: ??????-??-??????-?
RPL File Info:
IMEI: 352937001838975
CHCK: -11367
Warning: No DATA2 Record
IMEI: ?
PROD: ?
1st Boot Ok, DCT4, UPP: 1120
FlId Aliasing with: 00EC22F0
Fl0: 0×01000000-0x017FFFFF,00EC22F2,Sam K5U64418TM
Algorithm: u_amd.fia, Ver: 4.52.0
UEM Writing Done, Time: 00:02
Warning: No SIM_PROG_DATA in File Imei bagus kembali
Code:
MCU Sw: V 06.31 25-11-05 RH-19 (c) Nokia.
PPM Sw: V 06.31 25-11-05 RH-19 (c) Nok V
Prd.Cd: 0511598
Bpr.Cd: 0511478
Pro.Sn: 2FC223722
HW : 2702
PCI :
UEM : 8
UPP : 4384
RFIC : 0300
DSP : N5.20
LCD : SED15G10ITO
IMEI : 352937-00-183897-5
SLconf: 001-01-00000000000
SLprof: 000000000000000-2
SLvar : 00553529370018389700
SLaux : 00025555
Provider: Test Equipment
#pw+ 025 193 047 303 202 +1#
#pw+ 293 515 711 147 122 +2#
#pw+ 402 327 524 055 132 +3#
#pw+ 248 835 463 670 341 +4#
#pw+ 846 951 061 441 262 +5#
#pw+ 737 150 157 513 464 +6#
#pw+ 255 805 273 350 215 +7#Imei bagus kembali
- Flash Addressing – Identifying
Ya, penentuan alamat flash sesuai definisi yang terdeteksi oleh UFS. Masih contoh ponsel yang sama dengan di atas.
Code:
1st Boot Ok, DCT4, UPP: 1120
FlId Aliasing with: 00EC22F0
Fl0: 0×01000000-0x017FFFFF,00EC22F2,Sam K5U64418TM
Algorithm: u_amd.fia, Ver: 4.52.0@ Fl0: Karena hanya satu IC flash yang terpasang.
Untuk 0×01000000-0x017FFFFF: Definisi area alamat ic flash tersebut.
Dengan Start 0×01000000 dan berakhir-end di 0x017FFFFF.
Bila anda akan melakukan apa yang di sebut FULL ERASE, alamatkan saja sesuai definisi tadi.
Contoh : Sam K5U64418TM: merek dari ic flash yang terdeteksi.
Pengenalan ponsel dengan ic flash lebih dari 1.
Code:
1st Boot Ok, WD2, UPP: 1081
Fl0: 0×00000000-0x007FFFFF,0001267E,Amd 29BDS643HT
Fl1: 0×02000000-0x027FFFFF,0001267E,Amd 29BDS643HT
Fl2: 0×04000000-0x047FFFFF,0001267E,Amd 29BDS643HT@UPP: 1081 > CPU yang di pakai.
Tips: akan di kenali sebagai 1081 bila memakai UPP v3.2 / 3.2e
dan akan di kenali sebagai 0081 bila memakai UPP v2.x
Fl0: 0×00000000-0x007FFFFF,0001267E,Amd 29BDS643HT
Fl0 = Flash NOL..bukan eF SEPULUH
0×00000000-0x007FFFFF = Area yang di gunakan.
Amd 29BDS643HT = Merek flash yang di gunakan
Definisi yang sama buat Fl1 dan Fl2, keterangan yang sama pula.
Jadi kalo mau full erase, dan tidak punya file erase, kita harus melakukan 3 kali proses erase. Alamat yang di pakai sesuai definisi tsb.
Fl0: start : 0×00000000 end: 0x007FFFFF
Fl1: start : 0×02000000 end: 0x027FFFFF
Fl2: start : 0×04000000 end: 0x047FFFFF
Ex : 7650 kan kedetek 2 area?
Code:
1st Boot Ok, WD2, UPP: 0081
Fl0: 0×00000000-0x00FFFFFF,00EC22F8,Sams K8S2815ET
Fl1: 0×02000000-0x023FFFFF,000122D1,Amd 29BDS323DMaksudnya semacam 7610…3230..6670… contohnya yang punya ic flash 2in1
1 ic flash dengan 2 alokasi. Hanya saja ada dua ic flash terdeteksi 3 area.
Code:
1st Boot Ok, WD2, UPP: 1081
Fl0: 0×00000000-0x00FFFFFF,00EC22F8,Sams K8S2815ET —> Area ini ada dalam 1 IC flash yang sama
Fl1: 0×02000000-0x02FFFFFF,00EC22F8,Sams K8S2815ET —> Area ini ada dalam 1 IC flash yang sama
Fl2: 0×04000000-0x047FFFFF,00EC22FA,Sams K8S6415ET
Tentang Out of Chip Bounds
Code:
1st Boot Ok, DCT4, UPP: 1120
FlId Aliasing with: 00EC22F0
Fl0: 0×01000000-0x017FFFFF,00EC22F2,Sam K5U64418TM
Algorithm: u_amd.fia, Ver: 4.52.0
Area1: 0×01000000-0x01FFFFFF Out of Chip BoundsKenapa bisa begini? Sesuai yang di bahas di halaman sebelumnya. Inilah defined area yang di maksud itu.
Bila kita memperhatikan Fl0: 0×01000000-0x017FFFFF,
sedangkan perintah erase di UFS adalah 0×01000000-0x01FFFFFF
maka kita akan mendapati Out of Chip Bounds
Maka yang perlu di cermati dalam erase-meng erase (full) ini adalah END address.
Perhatian :
IMEI berada di dalam UEM dan IC Fl0
Created by : budbud labs at 14:29:00 0 komentar
MCU (Master Control Unit)
MCU Sw = (Master Control Unit) Berisi Data Utama HP –> Versi/Tgl/Type/Model dari HP yg sedang Connect.PPM Sw = (Post Programmable Memory) Berisi Data Paket Bahasa HP (harus sama versi dgn MCU)DSP Sw = (Data Signal Processor) Berisi Data yg tersimpan dalam CPU MADDSP ISw = Berisi Type ROM HP DCT3 dlm Hal ini ROM5 (Maka MAD yg tercantum adalah v18)PPM Lp = Language Pack L = Bhs Indonesia (8210)ASIC = Application Specific Integrated Circuit = CPU adalah MAD2WD1 yaitu CPU 8210/3310 DCT3COBBA = IC Audio Nokia DCT3 dgn Hardware ID 31 dan Serial Number tsb. Jika S/N = 00000000 maka COBBA rusak/tdk terdetectProd. Id = Kode ProduksiMsId = Mobile Serial Identity = Kode Identitas dari ponselIMEI Net = IMEI Net yg bisa diganti2IMEI Osn = IMEI Original Serial Number (Imei yg tersimpan pd IC Flash) Kedua2nya bisa diganti pd DCT3Security = kode pengaman/ Security Code pd HP NokiaLocks = Network lock : Mcc(Mobile Country Code) dan Mnc=Mobile Network Code) Kode Jaringan standar adalah 000-00. Selain kode itu maka HP dlm keadaan terkunci
MCU Sw = Data Utama HP (Jika Corrupt HP Matot, dsb)PPM Sw = Data Paket Bahasa HP (Jika Corrupt HP Blank)Prd.Cd = Product Code (Bisa diubah agar sesuai Back Casing dgn PM Edit)Bpr Cd = Basic Product Code = sama dgn Prd.CdPro. Sn = Product Serial NumberHW = Hardware ID ponsel tsbPCI = Peripheral Component Interconnect (Jalur antar komponen)UEM = Universal Energy Management ID = IC Power Nokia DCT4/WD2UPP = Universal Phone Processor ID = CPU Nokia DCT4/WD2RFIC = Radio Frequency IC ID = Identitas IC SIgnal Processor NokiaDSP = Data Signal Processor IDLCD = Type Liquid Crystal Display yg terpasangIMEI = International Mobile Equipment Identity = No. IMEI ponsel.SLconf= SIM Lock COnfiguration = Kode jaringan. Keadaan Standar adalah 001-01. Selain itu maka HP dlm keadaan terkunciSLprof = SIM Lock ProofSLvar = SIM Lock variableSLaux = SIM Lock auxiliaryProvider : Operator yg mengunci ponsel. Test Equipment adalah kondisi normal(tdk terkunci) Not found berarti keadaan terkunci (4 locks)dibawahnya adalah kode yg perlu ditekan pd ponsel utk membuka kunci jaringan