Minggu, 30 Januari 2011

UFO DI SLEMAN-YOGYA


Di Indonesia, UFO diperkenalkan oleh ketua LAPAN era 1960-an RJ Salatun dengan kata BETA (Benda Terbang Aneh). Istilah lain yang juga digunakan adalah ‘piring terbang’ dan istilah ini pertama kali digunakan wartawan Kenneth Arnold yang melihat sembilan obyek terbang dalam suatu formasi di Gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington.

Peristiwa itu terjadi pada 24 Juni 1947. Sejak saat itu, istilah ‘piring terbang’ mempengaruhi imajinasi banyak orang. Pada sastra Hindu Kuno Ramayana pun diuraikan penggunaan mesin terbang rumit yang kemudian dispekulasi BETA.

Penulis Romawi Lulius Obsequens menulis pada 99 SM di Tarquinia menjelang matahari terbenam muncul obyek bulat terbang di langit dari barat menuju timur. Di zaman Nabi Muhammad SAW, Usayd bin Hudhyr melihat gumpalan awan menyerupai payung.

Awan mengagumkan itu terlihat indah dihiasi benda berkedip-kedip seperti lampu bergantungan dan akhirnya terbang tinggi dan menghilang. Keesokan Usayd menemui Nabi dan menceritakannya, Nabi pun menjawab itu malaikat yang ingin mendengar Usayd membaca Al-Quran.

Pada 24 September 1235, Jendral Yoritsune dan pasukan mengamati bola aneh bercahaya terbang dengan pola tak beraturan di langit malam dekat Kyoto. Pada 14 April 1561, langir Nuremberg, Jerman dilaporkan dipenuhi banyak obyek bola dan cakram yang kemudian dihubungkan gejala supernatural, malaikat dan simbol keagamaan lain.